Sisi Lain Sir Alex Ferguson

Seperti biasa, Rabu (8/5/2013) pagi hari waktu setempat,  Sir Alex Ferguson –pria yang juga akrab disapa Fergie atau SAF- datang ke Carrington, markas latihan Manchester United. Berbeda dengan hari-hari biasanya, Fergie mengumpulkan para pemain dan jajaran staf pelatih. Fergie memberikan sebuah pidato singkat yang isinya adalah keputusan Fergie untuk pensiun sebagai manajer pada akhir musim. Meskipun mereka tahu tak lama lagi Fergie akan pensiun, keputusan tersebut tetap mengejutkan banyak pihak, termasuk para fans Manchester United. Fergie sendiri mengakui bahwa keputusan tersebut sudah dipikirkan olehnya sejak lama dan menurutnya, sekarang adalah waktu yang tepat.

Kredibilitas Fergie di dunia sepak bola sudah tak diragukan lagi. Dia adalah aktor penting di balik kesuksesan Red Devils -klub julukan Manchester United- menjuarai berbagai kompetisi sejak pertama kali menangani tim tersebut pada tahun 1986. Selama lebih dari 26 tahun karirnya sebagai manajer Manchester United, Fergie berhasil memperoleh total 38 trofi, termasuk 13 gelar Premier League dan 2 trofi UEFA Champions League. Puncak kejayaan karirnya sebagai manajer diperoleh pada tahun 1999 saat berhasil membawa Manchester United memperoleh treble winner. Atas dedikasi dan prestasi yang luar biasa tersebut, Ratu Elizabeth II dari Inggris memberikan gelar kehormatan knighthood kepada Fergie pada tahun yang sama, sehingga sejak saat itulah, ia berhak menyandang gelar Sir di depan namanya.

Sir Alex FergusonSeorang fans Manchester United membentangkan spanduk untuk Fergie #THANKYOUSIRALEX  (sumber: guardian.co.uk)

Nama Fergie memang tidak bisa dilepaskan dari sepak bola, namun, tak banyak orang yang tahu latar belakang di balik sosok yang gemar melakukan hairdryer treatment kepada para pemainnya tersebut dalam menjalani kegiatannya selain sepak bola. Dengan demikian, tulisan ini akan mencoba untuk melihat sosok pria asal Skotlandia tersebut dari perspektif yang berbeda.

Olahraga non-sepak bola favorit Fergie: Pacuan Kuda

Tak seorangpun yang membantah luasnya pengetahuan Fergie tentang sepak bola. Namun ternyata, Fergie juga memiliki wawasan yang luas tentang olahraga pacuan kuda. Kegemaran Fergie terhadap olahraga tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun. Website resmi MU, manutd.com menyebutkan bahwa Fergie kerapkali berdiskusi tentang berbagai topik -termasuk pacuan kuda- dengan para staf Manchester United, termasuk dengan asisten manajernya, Mike Phelan, di ruang kerjanya.

Tak hanya itu, saat ini Fergie juga memiliki sebagian “saham” kepemilikan beberapa ekor kuda pacu yang kerap bertarung di Grand National; What A Friend (10 tahun, Irlandia), Harry the Viking (8 tahun, AS), dan Butterfly McQueen (3 tahun, AS). Dua kuda pertama dilatih oleh pelatih kuda handal, Paul Nicholls, sementara kuda terakhir dilatih oleh Andrew Balding. What A Friend adalah kuda pacu yang dimiliki Fergie bersama Ged Mason. Sementara Harry the Viking, selain dimiliki oleh Fergie dan Ged Mason juga dimiliki oleh Ron Wood dan Peter Done. Sementara Butterfly McQueen adalah kuda pacu yang dimiliki oleh Fergie, Ged Mason, dan Peter Done.

Sebelum memiliki ketiga kuda tersebut, Fergie pernah menikmati kejayaan bersama kuda andalannya yang bernama Rock of Gibraltar sebelum akhirnya dijual karena ia kalah di pengadilan dengan John Magnier terkait status kepemilikan kuda tersebut. Kini, kuda tersebut sudah pensiun dan dimiliki oleh Coolmor Stud, salah satu perusahaan breeding kuda terbesar di dunia. Sejauh ini, Rock of Gibraltar menjadi kuda paling sukses dalam sejarah keterlibatan Fergie di arena pacuan kuda. Kuda tersebut sempat memecahkan rekor dunia dengan kemenangan beruntun sebanyak tujuh kali dalam perlombaan Group One dalam kurun waktu 2001-2002, sehingga pada tahun 2002, Rock of Gibraltar meraih penghargaan sebagai European Horse of The Year.

Image

Fergie bersama Rock of Gibraltar (sumber: dailymail.co.uk)

Pasca pensiun, Fergie tampaknya akan terus mengikuti passion-nya di dunia pacuan kuda. Eks-pemain Manchester United yang juga baru saja pensiun dari Stoke City, Michael Owen, bahkan menawarkan agar Fergie membeli seekor kuda agar dirawat dan dilatih di kandang miliknya.

Aktivisme Politik Fergie: Loyalis Partai Buruh Sejak Masih Muda

“I always have and always will vote Labour.” Sir Alex Ferguson

Selain bergelut di bidang olahraga, Fergie ternyata juga memiliki passion di bidang politik. Dia mengaku kerap membaca buku-buku sejarah politik, termasuk tentang John F. Kennedy dan Abraham Lincoln. Di Inggris, dia sendiri adalah salah satu simpatisan Partai Buruh yang sangat loyal. Fergie mengakui bahwa lingkungan masa kecilnya yang didominasi oleh kelas buruh menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pandangan politiknya tersebut. Dalam majalah Newstateman, Fergie mengatakan kepada Alaistair Campbell, “Aku besar di area yang didominasi kelas buruh di Glasgow…. Aku tumbuh dengan mempercayai bahwa Partai Buruh adalah partai milik kelas buruh…. Sepanjang hidupku, aku melihat Partai Buruh sebagai partai yang memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.”

Fergie -bersama dengan adiknya, Martin Ferguson– yang lahir di Govan, salah satu distrik di bagian barat daya Glasgow, memang didominasi oleh kelas buruh. Ayahnya, Alexander Beaton Ferguson, adalah seorang buruh pabrik pembuatan kapal laut. Sebelum terjun ke dunia sepak bola, Fergie bekerja sebagai penjaga toko. Ia juga bergabung dengan serikat buruh dan memimpin mogok buruh pada tahun 1961. Kematian ibunya pada November 1986 akibat buruknya fasilitas kesehatan – yang pada saat itu Inggris diperintah oleh Partai Konservatif– semakin menegaskan pandangan politiknya yang pro-buruh.

Terjun ke dunia sepak bola hingga menjadi salah satu manajer sepak bola terkaya di dunia tidak membuat Fergie melupakan asal-usul darimana ia berasal. Pandangan politik yang dibentuk oleh keluarga, terutama orang tua dan lingkungan sosialnya, membuatnya tetap menjadi loyalis Partai Buruh. Pada tahun 1998, nama Fergie bahkan tercatat sebagai salah satu penyumbang dana terbesar bagi Partai Buruh. Selain itu, Fergie juga tetap menjalin komunikasi dengan para politisi Partai Buruh, termasuk Ed Miliband. Mendengar kabar bahwa Fergie pensiun, dalam akun twitternya @Ed_Miliband, ketua umum Partai Buruh memberikan pujian kepada pria berusia 71 tahun tersebut, “Proud man. Great manager. Staunch Labor Party supporter. Sir Alex Ferguson will never be forgotten.”

p-image-5-655836530

Fergie menemui Ed Miliband, ketua umum Partai Buruh yang baru terpilih pada tahun 2010. (sumber: mirror.co.uk)

Meskipun kini Fergie masih menjabat sebagai brand ambassador MU, bukan tidak mungkin ia akan terlibat dalam dunia politik di masa depan. Anggota parlemen dari Partai Buruh yang juga pendukung Setan Merah, Graham Stringer, mendukung pemberian gelar “Lord” kepada Fergie sekaligus dinobatkan sebagai anggota House of Lord. Ide ini diserukan olehnya pertama kali pada tahun 2011 dan saat Fergie memutuskan untuk pensiun pada tahun 2013, Stringer kembali menyerukan ide tersebut. Manchestereveningnews.com sendiri melansir pernyataan Stringer, “Tak ada manajer sepak bola yang mampu menyamai level Sir Alex Ferguson. Dia seharusnya menjadi “first football Lord”. Itu adalah bentuk penghargaan terhadap pencapaian karirnya sekaligus penghargaan terhadap pentingnya olahraga sepak bola di Inggris …” Dukungan tersebut ternyata tidak hanya datang dari Stringer, politisi lainnya seperti Paul Goggins (Partai Buruh) dan John Leech (Partai Liberal-Demokrat) juga ikut mendukung rencana tersebut sebagai salah satu bentuk penghargaan atas kontribusi luar biasa Fergie terhadap sepak bola Inggris.

Jadi, kita lihat saja nanti, apakah Fergie akan tetap menjadi brand ambassador Manchester United, fokus mengembangkan bisnis kuda pacu, atau malah terlibat di dalam politik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s